Selasa, 08 Februari 2011

WISATA MALANG

 

 

Malang telah dikenal keindahan dan kesejukannya mulai jaman dahulu. Julukan sebagai paris of east java pun tak salah dilekatkan pada kota ini. Bukan itu saja, karena kaya akan jenis tumbuhan berbunga maka dikenal pula malang sebagai kota bunga atau MAKOBU. Marilah sejenak kita telusuri kekayaan alam wisata yang ada di daerah Malang Raya.

 

Arus kunjungan wisata di berbagai objek wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama musim liburan sekolah dan cuti bersama Lebaran 1430 Hijriah tidak mencapai target yang ditetapkan. Target tersebut yakni naik sekitar 300-500 persen dari hari-hari biasa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Purnadi, Sabtu, mengakui, kunjungan wisata yang ditargetkan minimal sama dengan musim Lebaran 2008, ternyata menurun. Kalau dibandingkan dengan tahun 2008, ada penurunan sekitar 10 persen. “Saya sendiri juga belum tahu kenapa kunjungan wisata pada liburan Lebaran tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata dia.
Penurunan itu, lanjut dia, mungkin karena tidak adanya wahana atau model permainan yang baru serta kegiatan yang mampu menyedot arus kunjungan wisata. Ia mencontohkan, pada saat puncak musim Lebaran 2008, kunjungan ke taman wisata wendit (TWW) yang beberapa tahun terakhir ini menjadi lokasi favorit mengalami penurunan sekitar 10 persen. Yakni dari 35 ribu pengunjung menjadi kurang dari 33 ribu pengunjung.
Data jumlah pengunjung TWW tersebut diperoleh dari hasil penjualan tiket masuk seharga Rp10.200,00 per orang ditambah untuk dana PMI sebesar Rp500,00, sehingga total harga tiket masuk menjadi Rp10.700,00.
Selain jumlah wisatawan di TWW, lanjut dia, kunjungan wisata ke lokasi pantai seperti Balaikambang, Ngliyep, dan Sendangbiru yang berada di kawasan Malang selatan rata-rata juga mengalami penurunan sekitar 10 persen, jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan tahun 2008.
Pada tahun 2008, rata-rata wisatawan yang menikmati Pantai Balaikambang selama Lebaran lebih dari 10 ribu orang per hari, namun tahun 2009 tidak lebih dari sekitar sembilan ribu per hari. “Saya sendiri juga tidak mengira kalau kunjungan wisata akan menurun seperti ini. Biasanya dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan, walaupun persentasenya tidak terlalu banyak, paling tidak meningkatlah,” katanya menambahkan.
Sementara itu warga di perkotaan lebih memilih rekreasi dan “refreshing” di mal atau plaza dalam kota ketimbang melakukan perjalanan jauh yang membuat badan semakin lelah. “Lebih baik `cuci mata` di mal saja sambil makan-makan ketimbang rekreasi keluar kota, malah lelah,” kata salah seorang pengunjung Malang Town Square (Matos), Nurina Laili.(*an/z)

NO LIMIT ADVENTURE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar